Evaluasi Cacat Las Cluster Porosity Berdasarkan Hasil Tes Radiografi Mengacu Pada ISO 5817 (Annex A) pada Plat Bottom Kapal Tongkang 300 Feet

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
32Viewes
0Downloaded
32Accessed per month
1Countries

Abstract

Integritas struktural pelat alas (bottom plate) pada Kapal Tongkang 300 Feet Hull 803 merupakan faktor krusial dalam menjamin keamanan operasional kapal di PT Bahtera Bahari Shipyard. Penelitian ini difokuskan pada evaluasi cacat las jenis cluster porosity yang teridentifikasi melalui metode Radiographic Test (RT). Objek penelitian terdiri dari 6 titik sampel sambungan las tumpul (butt joint), yang meliputi 5 titik kritis berstatus reject (BT.7, BT.9, BT.21, BT.32, dan BT.46) serta 1 titik berstatus accept (BT.1) sebagai variabel kontrol metodologi. Mengingat evaluasi laporan radiografi konvensional di lapangan sering kali terbatas pada justifikasi visual kualitatif, penelitian ini menerapkan metodologi evaluatif kuantitatif berbasis verifikasi dimensi digital (digital scaling). Perangkat lunak AutoCAD digunakan untuk mengekstraksi nilai luasan area cacat secara presisi dari citra film radiografi, yang kemudian divalidasi keandalannya menggunakan perangkat lunak ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode digital scaling memiliki tingkat validitas dan akurasi tinggi yang dibuktikan dengan nilai standar deviasi yang rendah (41,81 AutoCAD dan 29,20 pada ImageJ) serta margin selisih rata-rata luasan yang sangat tipis (42,72 ). Berdasarkan kalkulasi kuantitatif persentase luas proyeksi cacat () mengacu pada standar ISO 5817:2023 Annex A, diketahui bahwa sampel kontrol BT.1 (2,18%) memenuhi kriteria Quality Level D (Accept). Sebaliknya, kelompok sampel BT.7 (5,50%), BT.9 (6,96%), BT.21 (12,09%), dan BT.32 (8,41%) terbukti secara absolut melampaui batas toleransi maksimum 4% sehingga diklasifikasikan sebagai Reject. Khusus pada sampel BT.46 (9,89%), keputusan reject diambil secara pasti karena adanya dominasi cacat linear Incomplete Fusion (IF) yang sangat kritis bertindak sebagai pemicu retak awal (crack initiation) . Evaluasi kuantitatif ini diharapkan dapat menjadi rujukan teknis yang valid bagi pihak galangan untuk meningkatkan kontrol kualitas pengelasan SMAW dan menekan angka perbaikan (repair rate) di masa mendatang.

Description

Citation

IEEE

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By