0Viewes
DINAMIKA ADAPTASI SOSIAL WARGA PASCA-RELOKASI PROYEK REMPANG ECO CITY DI HUNIAN BARU TANJUNG BANUN (STUDI KUALITATIF)
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries
Statistic not available yet or restricted.
Loading...
Date
Authors
Putri, Vebiyolanda Zarianti
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Relokasi masyarakat akibat pembangunan Proyek Strategis Nasional Rempang Eco City menimbulkan perubahan sosial yang memengaruhi proses adaptasi warga di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika adaptasi sosial warga pasca-relokasi di Hunian Tanjung Banun, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat adaptasi sosial, serta menganalisis peran aktor kunci dalam proses relokasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 13 informan yang telah menempati hunian relokasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons emosional warga mengalami perubahan dari penolakan menuju penerimaan sosial. Interaksi dengan tetangga baru cenderung positif dan kegiatan keagamaan tetap berlangsung sebagai media kohesi sosial, meskipun praktik gotong royong spontan mengalami penurunan di beberapa area. Faktor pendukung utama adaptasi sosial meliputi bantuan pemerintah yang komprehensif, peningkatan infrastruktur, homogenitas budaya Melayu, dan pola relokasi komunal. Sementara itu, faktor penghambat mencakup kualitas bangunan yang belum optimal, infrastruktur yang belum sepenuhnya tuntas, serta dampak terhadap mata pencaharian berbasis lahan. BP Batam berperan sebagai komunikator, penyedia, fasilitator, penyaji informasi, dan penjamin dalam proses relokasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi sosial warga pasca-relokasi berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh dukungan pemerintah, kedekatan sosial budaya, serta pola relokasi berbasis komunitas. Temuan penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan kebijakan relokasi masyarakat pada proyek pembangunan berskala besar agar lebih memperhatikan aspek sosial dan keberlanjutan adaptasi warga.
