ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN SEKUPANG KOTA BATAM DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
2Viewes
0Downloaded
2Accessed per month
2Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

Aldoni, Farhan Maulana

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Perubahan garis pantai dapat diakibatkan dari gaya alam atau ulah manusia di wilayah pesisir. Dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh (Remote Sensing) dan Sistem Informasi Geografis (SIG), perubahan garis pantai dapat dipantau. Karena banyaknya pemanfaatan lahan pesisir di Kota Batam, salah satunya kawasan pesisir kecamatan sekupang Kota Batam, maka garis pantai mengalami perubahan, dan diperlukan informasi yang paling mutakhir terkait garis pantai di pesisir selatan Pulau Batam. Dalam penelitian ini menggunakan citra Landsat 8 tahun 2017, 2020, dan 2023. menggunakan band 6 dan band 3. Rationing adalah proses memadukan satu citra dengan citra lainnya. Digital Shoreline Analysis System (DSAS) digunakan dalam proses ini Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) merupakan metode statistik yang digunakan untuk menganalisis perubahan garis pantai. Pemetaan perubahan garis pantai di kawasan pesisir kecamatan sekupang Kota Batam dilakukan dengan menganalisisnya menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) yaitu dalam periode 6 tahun. Dari analisis DSAS rentang tahun 2017-2023 dapat dilihat pada kawasan pesisir kecamatan sekupang Kota Batam telah terjadi abrasi dan akresi. Nilai abrasi tertinggi sebesar -262.81 meter dan laju abrasi tertinggi -44.43 meter/tahun dan nilai abrasi terendah yaitu -0.02 meter dan laju abrasi sebesar -0.004 meter/tahun. nilai akresi tertinggi sebesar 259.78 dengan laju akresi tertinggi sebesar 43.91 meter/tahun dan nilai akresi terendah 0.193 meter dan laju akresi terendah sebesar 0.032 meter/tahun.

Description

Citation

Politeknik Negeri Batam

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By