0Viewes
EVALUASI KEKUATAN BODY VALVE DOUBLE OFFSET 6 INCH CLASS 150 TERHADAP VARIASI DUA MATERIAL MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA)
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries
Statistic not available yet or restricted.
Loading...
Date
Authors
Hardani, Mhd. Rizky Akbar
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Valve merupakan komponen penting dalam sistem perpipaan industri yang berfungsi untuk mengatur dan
mengendalikan aliran fluida. Pada Double Offset Butterfly Valve, bagian body valve berperan sebagai komponen
utama penahan tekanan sehingga harus memiliki kekuatan struktur yang memadai untuk mencegah terjadinya
deformasi maupun kegagalan selama operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan body valve
Double Offset ukuran 6 inci Class 150 terhadap variasi dua material, yaitu ASTM A216 WCB dan ASTM A351
CF8, menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan perangkat
lunak SolidWorks Simulation untuk memprediksi distribusi tegangan, regangan, perpindahan, serta faktor
keamanan akibat pembebanan tekanan internal sesuai standar ASME B16.34 dan API 598. Model simulasi dibuat
berdasarkan gambar teknik valve dengan kondisi pembebanan statis yang merepresentasikan kondisi aktual
operasi. Data sifat mekanik masing-masing material digunakan sebagai parameter utama dalam proses simulasi.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa material ASTM A216 WCB menghasilkan nilai tegangan von Mises
maksimum sebesar 33,41 MPa, perpindahan maksimum 0,00313 mm, regangan maksimum 8,915 x 10-4, dan
Factor of Safety (FoS) minimum sebesar 7,484; sedangkan material ASTM A351 CF8 mencatatkan tegangan
maksimum 43,58 MPa, perpindahan 0,003535 mm, regangan 1,105x10-4 serta FoS minimum 4,704. Berdasarkan
seluruh hasil parameter simulasi tersebut, kedua variasi material dinyatakan sangat aman dan layak beroperasi
karena respon tegangan maksimum yang terjadi berada jauh di bawah batas kekuatan luluh (yield strength)
material serta nilai FoS yang melampaui batas aman operasional (FoS > 1), dengan ASTM A216 WCB sebagai
pilihan yang paling optimal dari segi kekuatan struktur.
Description
Citation
APA
