Analisis Aktivitas Pergudangan Dengan Pendekatan Lean Warehousing Untuk Meminimasi Waste Menggunakan Metode Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, dan Fishbone Diagram

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
0Viewes
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries

Statistic not available yet or restricted.

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Sitorus, Nerfi Yudhistira Adelia

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Observasi awal pada aktivitas pergudangan PT XYZ yang berlokasi di Kawasan Industri Batamindo, Kota Batam, menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan aktivitas dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berpotensi menimbulkan pemborosan (waste). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran proses aktivitas pergudangan, mengelompokkan aktivitas ke dalam kategori Value Added (VA), Necessary Non-Value Added (NNVA), dan Non-Value Added (NVA), mengidentifikasi jenis waste yang terjadi, menganalisis faktor penyebabnya, serta menyusun usulan perbaikan. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif melalui Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) dengan pendekatan kualitatif melalui Fishbone Diagram. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi terhadap dua informan yang terdiri atas satu supervisor gudang dan satu operator gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total lead time proses pergudangan sebesar 322,1 menit, hanya 16,3 menit (5,06%) yang tergolong Value Added, sedangkan 68,74% tergolong Necessary Non-Value Added dan 26,20% tergolong Non-Value Added. Waste yang teridentifikasi meliputi waiting, transportation, dan motion, dengan waiting sebagai waste dominan. Analisis Fishbone Diagram menunjukkan bahwa faktor Man dan Method menjadi penyebab utama waktu tunggu pada proses receiving, QA Incoming, Put Away, dan Packing. Empat usulan perbaikan disusun berdasarkan akar penyebab tersebut. Proyeksi Future State VSM menunjukkan potensi penurunan waktu tunggu sebesar 44,29% dan lead time sebesar 11,69%, serta peningkatan Process Cycle Efficiency dari 5,06% menjadi 5,72%.

Description

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By