10Viewes
PENERAPAN SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PROSES INBOUND DAN OUTBOUND GUDANG PT. ALIJASIN LOGISTIK INDONESIA
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
10Accessed per month
3Countries
Loading...
Date
Authors
Oktavia Putri, Erika
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Efisiensi operasional pergudangan merupakan elemen penting dalam keberhasilan rantai pasok jasa logistik. PT
Alijasin Logistik Indonesia menghadapi variasi waktu proses dan keterlambatan pada aktivitas inbound dan
outbound. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aktual kinerja proses pergudangan, mengidentifikasi
penyebab keterlambatan, mengukur baseline kapabilitas proses, serta merumuskan usulan perbaikan operasional
menggunakan pendekatan Six Sigma DMAIC dan Kaizen 5S. Penelitian menggunakan desain mixed methods
explanatory sequential dengan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari 104 siklus inbound
dan 104 siklus outbound dengan total 208 unit amatan selama periode 6 Mei 2026 sampai dengan 31 Mei 2026,
sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan empat informan kunci.
Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata waktu proses inbound sebesar 144,66 menit dan outbound sebesar
153,22 menit. Aktivitas dengan rata-rata durasi tertinggi adalah receiving sebesar 50,48 menit pada inbound dan
picking sebesar 56,44 menit pada outbound. Dari 208 unit dengan 9 opportunity per unit diperoleh 1.872
opportunity dan 28 kejadian defect dengan rata-rata keterlambatan sebesar 99,29 menit. Hasil perhitungan
menghasilkan DPO sebesar 0,014957, DPMO sebesar 14.957,26, Process Yield sebesar 98,50%, dan baseline
Sigma Level sebesar 3,6712. Analisis Pareto menunjukkan lima penyebab dengan frekuensi kejadian tertinggi,
yaitu antrian bongkar, antrian receiving, dokumen belum lengkap, lokasi penyimpanan penuh, dan menunggu
operator. Masing-masing penyebab terjadi dua kali dan secara kumulatif mencakup 35,71% kejadian defect.
Analisis Fishbone 5M dan 5 Whys digunakan untuk mengelompokkan serta memperdalam penyebab
keterlambatan. Usulan perbaikan dirumuskan melalui matriks 5W+1H dan prinsip Kaizen 5S yang berfokus pada
pengurangan waktu tunggu, pengendalian dokumen, pengaturan sumber daya, pengendalian kapasitas
penyimpanan, serta penataan lokasi barang. Tahap Control menghasilkan rancangan standardisasi berupa
pembaruan SOP, checklist pengendalian, dan monitoring berkala. Penelitian belum melakukan implementasi dan
pengukuran pascaperbaikan sehingga usulan yang dihasilkan masih memerlukan pengujian melalui penerapan
dan pengukuran lanjutan.
Description
Keywords
Citation
APA
