8Viewes
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMETAAN BAHAYA LONGSOR (Studi Kasus: Pulau Batam)
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
8Accessed per month
5Countries
Loading...
Date
Authors
Sinaga, Laura Alyn Br
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Pulau Batam merupakan salah satu pulau utama di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki posisi
strategis pada jalur pelayaran internasional. Perkembangan wilayah yang pesat dan kondisi topografi
yang beragam menyebabkan beberapa wilayah memiliki potensi bahaya longsor. Potensi tersebut
dipengaruhi oleh curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, jenis batuan, dan tutupan lahan.
Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat bahaya longsor di Pulau Batam menggunakan Sistem
Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi curah hujan dari BMKG, kemiringan
lereng dari Digital Elevation Model (DEM), jenis tanah dari Badan Informasi Geospasial (BIG), jenis
batuan dari peta geologi Badan Geologi dan BIG, serta tutupan lahan dari Esri Land Cover. Validasi
tutupan lahan dilakukan melalui ground check terhadap 35 titik sampel yang ditentukan
menggunakan random sampling berdasarkan rumus Slovin, dengan nilai Overall Accuracy (OA)
sebesar 94,28571%. Pemetaan bahaya longsor dilakukan menggunakan metode weighted overlay
melalui pemberian skor dan bobot pada setiap parameter. Hasil analisis menunjukkan empat kelas
bahaya longsor, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Kelas sedang merupakan kelas yang
paling dominan, sedangkan kelas tinggi dan sangat tinggi terutama tersebar di Kecamatan Nongsa
dan Sei Beduk. Validasi hasil pemetaan menggunakan data historis kejadian longsor dari Dinas
Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam Tahun 2025 menunjukkan
bahwa titik kejadian longsor banyak terkonsentrasi di Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Batu
Ampar, dan Nongsa, yang umumnya berada pada wilayah dengan kelas bahaya tinggi dan sangat
tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiringan lereng dan curah hujan merupakan parameter
yang paling berpengaruh terhadap tingkat bahaya longsor. Peta yang dihasilkan dapat menjadi
informasi pendukung dalam upaya mitigasi bencana longsor di Pulau Batam.
Description
Keywords
Citation
APA
