Pengujian Akurasi Ketelitian Geometrik dan Planimetrik Pada Pemetaan Bidang Tanah Menggunakan Wahana DJI Phantom 4 (Studi Kasus: Area Badan Pengusahaan (BP) Batam)

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
5Viewes
0Downloaded
5Accessed per month
3Countries
Loading...
Thumbnail Image

Authors

`Ayuni, Yumna Aqilah Qurota

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Kebutuhan pengukuran dan pemetaan bidang tanah di Indonesia masih sangat tinggi, mengingat banyak bidang tanah yang belum terpetakan secara me-nyeluruh. Untuk mendukung percepatan pemetaan, diperlukan metode yang efektif dalam akuisisi data serta efisien dari segi waktu dan biaya operasional. Salah satu metode alternatif adalah fotogrametri berbasis UAV. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat akurasi ketelitian geometrik dan planimetrik luas hasil pemetaan bidang tanah menggunakan UAV DJI Phantom 4 di kawasan BP Batam, serta menilai kesesuaiannya dengan standar geospasial nasional yang ditetapkan oleh Peraturan BIG dan pedoman BPN No. 3 Tahun 1997. Metode penelitian dilakukan dengan dua pendekatan dilakukan dengan pengukuran lang-sung dilapangan. Pertama, menggunakan Total Station metode orientasi back-sight, di mana alat ditempatkan pada titik kerangka kontrol, dilakukan centering dan leveling, lalu orientasi terhadap titik acuan, yang kemudian diolah melalui Microsoft Excel dan diimport ke ArcGIS untuk proses digitasi poligon serta perhitungan luas menggunakan fitur Calculate Geometry. Kedua, metode UAV diawali dengan pengukuran 6 titik koordinat Ground Control Point (GCP) dan 12 titik koordinat Independent Check Point (ICP), pengolahan data GNSS me-lalui post-processing eOffice, pembentukan orthomosaic, serta digitasi visual di ArcGIS. Hasil uji ketelitian geometrik menunjukkan nilai RMSE sebesar 0,382 m dengan CE90 sebesar 0,579 m, menandakan deviasi mosaik UAV terhadap GNSS relatif kecil dan masih dalam toleransi standar BIG. Sedangkan uji keteli-tian planimetrik luas selisih luas bidang tanah antara metode Total Station (25.952,920 m²) dan UAV (25.998,164 m²) menghasilkan selisih 45,244 m² atau 0,174%, yang masih berada dalam toleransi kesalahan planimetrik luas sebesar 80,549 m² dan masih dalam toleransi standar pedoman BPN No. 3 Tahun 1997. Dengan demikian, metode fotogrametri UAV terbukti akurat dan efisien dalam pemetaan bidang tanah pada skala 1:1.000, dengan ketelitian yang berada pada kelas 2 sesuai standar geospasial nasional dan hasil penelitian menggunakan skala peta 1:1.500. UAV DJI Phantom 4 layak digunakan sebagai alternatif teknologi pemetaan untuk mendukung percepatan pengelolaan pertanahan, khu-susnya di kawasan strategis seperti BP Batam.

Description

Citation

IEEE

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By