4Viewes
Analisis Efektivitas Implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) pada Proses Ekspor di Pelabuhan Batu Ampar
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
4Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
Anggraini, Novia
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Penelitian ini berangkat dari tingginya tantangan efisiensi logistik pada kegiatan ekspor di Indonesia.
Pemerintah meluncurkan National Logistics Ecosystem (NLE) untuk menekan biaya logistik dan waktu
proses yang masih tinggi, dengan Pelabuhan Batu Ampar Batam sebagai salah satu lokasi penerapan utama
melalui integrasi CEISA 4.0 dan Batam Terminal Operating System (BTOS). Penelitian ini bertujuan
menganalisis efektivitas penerapan NLE pada proses ekspor di Pelabuhan Batu Ampar dari sudut pandang
para pengguna di berbagai lini operasional. Desain yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-evaluatif.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur kepada 8 informan kunci (Bea Cukai,
operator terminal, eksportir, dan pelaku logistik), ditambah observasi dan studi dokumen, lalu dianalisis
dengan pendekatan tematik dan diagram fishbone. Hasilnya menunjukkan bahwa NLE dinilai mampu
mempercepat proses kepabeanan di CEISA 4.0 secara signifikan, tetapi integrasi real-time dengan BTOS
belum terwujud. Akibatnya muncul ketimpangan efektivitas: efisiensi waktu dan biaya di tahap dokumen
belum diikuti efisiensi pada koordinasi fisik dan operasional di lapangan. Dengan kata lain, NLE di Batu
Ampar sudah memberi dampak positif pada sisi administrasi kepabeanan, tetapi masih terhambat oleh
masalah teknis, kelembagaan, dan infrastruktur untuk mewujudkan ekosistem logistik pelabuhan yang
benar-benar terotomasi. Temuan ini menegaskan perlunya penyusunan Service Level Agreement (SLA)
antar instansi serta pengembangan antarmuka terpadu agar eksportir tidak perlu memasukkan data yang
sama dua kali.
Description
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi
National Logistics Ecosystem (NLE) pada proses ekspor di Pelabuhan Batu Ampar Batam belum
efektif secara end-to-end. CEISA 4.0 memang terbukti menekan waktu birokrasi dan
menghilangkan biaya administrasi tidak resmi di lini kepabeanan, tetapi belum adanya integrasi
data yang sinkron dan real-time dengan Batam Terminal Operating System (BTOS) memunculkan
bottleneck operasional baru. Eksportir dan pelaku logistik masih terjebak dalam koordinasi
manual, duplikasi input data, dan risiko biaya keterlambatan.
Citation
APA
