5Viewes
PEMETAAN POTENSI BAHAYA KEBAKARANHUTANDANLAHAN DI PROVINSI RIAU MENGGUNAKANSISTEMINFORMASI GEOGRAFIS
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
5Accessed per month
1Countries
Loading...
Date
Authors
Sari, Odni Manasya
Irawa , Sudra
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Abstrak: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan bencana lingkunganyang sering terjadi di Provinsi Riau akibat karakteristik biofisik wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat potensi bahaya Karhutladi
Provinsi Riau menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta menguji
keandalan model spasial tersebut. Pemodelan dilakukan menggunakan metodeweighted overlay dengan mengintegrasikan tiga parameter fisik pengontrol api:
tutupan lahan, jenis tanah, dan curah hujan. Peta potensi bahaya yang dihasilkanselanjutnya divalidasi menggunakan sebaran 1.430 titik panas (hotspot) historis dari
sensor satelit NASA-MODIS (SiPongi) periode 2020–2024. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Provinsi Riau didominasi oleh zona potensi bahaya Sedangseluas 68.011,57 km² (75,44%), diikuti oleh potensi Tinggi seluas 18.845,59 km²
(20,90%), and potensi Rendah seluas 3.297,58 km² (3,66%). Zona potensi Tinggi
terkonsentrasi di wilayah pesisir Timur, dengan luasan terbesar beradadi
Kabupaten Bengkalis (4.441,04 km²), Kabupaten Siak (3.351,59 km²), danKabupaten Indragiri Hilir (3.174,88 km²). Tingginya kerawanan di wilayah tersebut
dipicu oleh kombinasi lahan gambut (Organosol) yang luas dan tutupan lahanberupa semak belukar. Hasil uji validasi menunjukkan tingkat akurasi spasial
sebesar 99,72%, di mana mayoritas hotspot jatuh pada zona tinggi dan sedang. Akurasi ini membuktikan bahwa pemodelan yang dibangun memiliki tingkat
keandalan yang sangat tinggi dan representatif terhadap kondisi riil di lapangan
