3Viewes
PEMETAAN TINGKAT KERENTANAN SOSIAL KOTA BATAM BERDASARKAN PERATURAN KEPALA BNPB NOMOR 2 TAHUN 2012
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
3Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
Cahyati, Rahnia
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
POLITEKNIK NEGERI BATAM
Abstract
Kota Batam merupakan salah satu kota di Provinsi Kepulauan Riau yang mengalami
pertumbuhan penduduk cukup pesat sehingga berpotensi meningkatkan tingkat
kerentanan sosial terhadap bencana. Penelitian inibertujuan untuk menghitung tingkat
kerentanan sosial di Kota Batam berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 2 Tahun 2012. Rasio kepadatan penduduk,
rasio kelompok umur, rasio jenis kelamin, rasio disabilitas, dan rasio pendidikan rendah
digunakan sebagai pengganti rasio penduduk miskin karena data yang tersedia pada
tingkat kecamatan sangat terbatas. Menurut Perka BNPB No. 2 Tahun 2012, analisis
dilakukan menggunakan metode skoring dan pembobotan, dan kemudian diolah secara
spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tingkat kerentanan sosial di Kota Batam terbagi menjadi tiga kategori:
kerentanan tinggi ditemukan di Kecamatan Sagulung, Batam Kota, Sekupang, Batu Aji,
Lubuk Baja, Batu Ampar, dan Bengkong; kerentanan sedang ditemukan di Kecamatan
Sungai Beduk dan Nongsa; kerentanan rendah ditemukan di Kecamatan Belakang
Padang, Bulang, dan Galang.
Description
The city of Batam isone of the cities in the Riau Islands Province that has experienced
rapid population growth, which has the potential to increase the level of social
vulnerability todisasters. This study aims to calculate the level of social vulnerability in
Batam City based on Regulation of the Head of the National Disaster Management
Agency(BNPB) No. 2 of 2012. Population density ratios, age group ratios,gender ratios,
disability ratios, and low-education ratios were used asproxies for the poverty ratio
because the data available at thesubdistrict level is very limited. According to BNPB
Regulation No. 2 of 2012, the analysiswas conducted using scoring and weighting
methods, and then processed spatially using a Geographic Information System (GIS).
The results of the study show that the level of social vulnerability in Batam City is
divided into three categories: high vulnerability was found in the subdistricts of
Sagulung, Batam Kota, Sekupang, Batu Aji, Lubuk Baja, Batu Ampar, and Bengkong;
moderate vulnerability was found in the subdistricts of Sungai Beduk and Nongsa; and
low vulnerability was found in the subdistricts of Belakang Padang, Bulang, and
Galang.
Citation
APA
