Analisis Faktor Keterlambatan Steelwork Pada Proyek Ship Repair Menggunakan Metode Root Cause Analysis (RCA) Dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA)

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
0Viewes
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries

Statistic not available yet or restricted.

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Kusumanegara, Muhammad Dzikri

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negri Batam

Abstract

Keterlambatan pekerjaan steelwork pada proyek ship repair dapat memengaruhi jadwal penyelesaian proyek secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan serta menentukan prioritas risiko pada pekerjaan steelwork proyek ship repair kapal AHTS SK Carina di PT ASL Shipyard Indonesia. Metode yang digunakan adalah Root Cause Analysis (RCA) dengan pendekatan Fishbone Diagram dan 5 Whys untuk mengidentifikasi akar penyebab keterlambatan, serta Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menilai tingkat risiko berdasarkan parameter Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D) melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan selama kegiatan magang dan wawancara terhadap 17 responden yang terlibat langsung dalam pekerjaan steelwork. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan berlangsung selama 22 hari tersebut dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu tenaga kerja (man), material, peralatan (machine), metode kerja (method), dan lingkungan kerja (environment). Berdasarkan hasil analisis FMEA, faktor keterlambatan pengadaan material memiliki tingkat risiko tertinggi dengan nilai RPN sebesar 248, diikuti oleh keterbatasan area kerja dan kondisi cuaca dengan nilai 193, serta prosedur kerja yang belum terdokumentasi dengan jelas dengan nilai 171. Sementara itu, faktor koordinasi tenaga kerja memperoleh nilai RPN 67, sedangkan manajemen penggunaan peralatan memiliki nilai RPN terendah sebesar 34. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pengadaan material merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi keterlambatan pekerjaan steelwork. Oleh karena itu, upaya perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan pengelolaan pengadaan material, penguatan koordinasi tenaga kerja, penyusunan SOP yang lebih jelas, penjadwalan penggunaan peralatan, serta penataan area kerja yang lebih efektif untuk mengurangi risiko keterlambatan pada proyek ship repair berikutnya.

Description

Citation

IEEE

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By