DILEMA KOMPENSASI EKSEKUTIF BUMN: PENINGKATAN KINERJA ATAU DORONGAN PERILAKU BERISIKO?

Repository Analytics

Statistic Details

Updated data
0Viewes
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries

Statistic not available yet or restricted.

Loading...
Thumbnail Image

Authors

Rahmawati .A.F, Rezi

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Politeknik Negeri Batam

Abstract

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun mekanisme executive compensation-nya berbeda dari perusahaan swasta karena dipengaruhi regulasi pemerintah, sehingga pengaruhnya terhadap firm performance dan risk-taking masih belum konsisten. Berlandaskan agency theory, penelitian ini menguji pengaruh executive compensation terhadap firm performance (ROA, ROE, Tobin's Q) dan risk-taking pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 115 observasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi data panel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa executive compensation berpengaruh positif terhadap ROA, ROE, dan Tobin's Q, tetapi tidak berpengaruh terhadap risk-taking. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem kompensasi eksekutif BUMN lebih efektif mendorong optimalisasi kinerja dibandingkan mendorong pengambilan risiko, karena penetapan remunerasi diatur melalui regulasi pemerintah yang mempertimbangkan efektivitas manajemen risiko, serta kewajiban penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang membatasi ruang gerak eksekutif dalam mengambil keputusan berisiko. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai efektivitas kebijakan kompensasi eksekutif pada BUMN di Indonesia

Description

Citation

APA

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By