1Viewes
Analisis Keluhan Pelanggan Akibat Barang Tercampur Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT. VLX
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
1Accessed per month
1Countries
Loading...
Date
Authors
Putri, Leony Maryela
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
POLITEKNIK NEGERI BATAM
Abstract
Barang tercampur merupakan permasalahan kualitas yang sering muncul di industri manufaktur. Dampaknya cukup serius, seperti meningkatnya keluhan pelanggan, menurunnya kepuasan, hingga kerugian finansial serta menurunnya reputasi perusahaan. Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi penyebab terjadinya barang tercampur pada proses produksi di PT. VLX serta menentukan prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan kuesioner mengenai
keluhan pelanggan. Hasil perhitungan Risk Priority Number (RPN), yaitu perkalian Severity, Occurrence, dan Detection (S × O × D), menunjukkan 3 skor tertinggi terdapat pada proses Packing skor 13,64%, proses Labelling sebesar 12,47% dan Outgoing Inspection sebesar 12,24%. Temuan tersebut menegaskan bahwa ketiga proses menjadi titik kritis terjadinya barang tercampur. Penyebab utama yaitu tidak adanya pemeriksaan ulang, belum adanya sistem barcode, dan kurangnya pelatihan karyawan. Rekomendasi meliputi penerapan
checklist harian, pembaruan SOP pemeriksaan isi dan label, serta peningkatan peran QC untuk verifikasi akhir
Description
Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menganalisis dan meminimalkan keluhan pelanggan akibat barang tercampur pada PT. VLX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dengan skor risiko tertinggi terdapat pada proses packing (13,64%), labelling (12,47%), dan outgoing inspection (12,24%). Penerapan FMEA membantu perusahaan mengidentifikasi potensi kegagalan, menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), serta meningkatkan efektivitas dan konsistensi prosedur kerja. Usulan perbaikan meliputi peningkatan ketelitian operator dan QC, penerapan SOP dan checklist verifikasi yang lebih ketat, serta audit internal berkala guna mendukung perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam sistem manajemen kualitas perusahaan.
Keywords
Citation
APA
