2Viewes
Pembuatan Spesimen Cacat Las Crack Untuk Pengujian Magnetic Testing
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
2Accessed per month
1Countries
Loading...
Date
Authors
Gunawan, Rafil
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negri Batam
Abstract
Pengelasan merupakan proses penyambungan logam yang banyak digunakan di industri, namun sering
menimbulkan cacat las seperti retak (crack) yang dapat menurunkan kekuatan sambungan. Retak
merupakan salah satu cacat paling kritis karena dapat menyebabkan kegagalan struktural. Penelitian ini
bertujuan untuk membuat spesimen uji dengan cacat retak buatan yang dapat digunakan dalam
pembelajaran metode pengujian tidak merusak (Non-Destructive Testing/NDT), khususnya Magnetic
Particle Inspection (MPI). Material yang digunakan adalah baja ASTM A36 dengan ketebalan 8 mm yang
disambung menggunakan metode Flux Cored ArcWelding (FCAW) dalam posisi 1G. Untuk menghasilkan
retak buatan, terdapat 3 (tiga) jenis metode yang digunakan yaitu, metode pertama dilakukan dengan
menambahkan tembaga (copper) kedalam area pengelasan sehingga saat proses pengelasan mengeras
terdapat material berbeda yang dapat menghasilkan retakan (crack) pada hasil pengelasan. Metode kedua
dilakukan dengan cara melakukan pengelasan dengan menambahkan tembaga (copper) pada area
pengelasan dan kemudian spesimen didinginkan secara instan menggunakan air es dengan suhu 5° C (lima
derajat celcius) segera setelah proses pengelasan selesai sehingga dapat terjadi crack, yaitu retakan yang
muncul setelah logam membeku, akibat adanya tegangan sisa dan hidrogen terperangkap dalam logam las.
Metode ketiga, dilakukan dengan menambahkan tembaga pada area las, kemudian spesimen didinginkan
dalam air bersuhu normal (±22°C). Pendinginan alami ini bertujuan menciptakan kondisi intermediate
antara metode pertama dan kedua, untuk mengamati potensi terbentuknya retakan tanpa perlakuan termal
ekstrem. Spesimen kemudian diuji dengan pengujian MPI menggunakan white contras, black magnetic ink,
dan yoke. Hasil pengujian menunjukkan adanya retakan pada permukaan las yang dapat dideteksi dengan
jelas menggunakan metode MPI. Penelitian ini membuktikan bahwa pembuatan cacat las buatan
menggunakan metode penambahan material tembaga (copper) dan dengan melakukan pendinginan cepat
dapat efektif digunakan dalam simulasi pengujian NDT untuk keperluan pendidikan dan pelatihan.
