5Viewes
Pemodelan Kedalaman Perairan Menggunakan Metode Satellite Derived Bathymetry dengan algoritma Van Hengel and Spitzer dan Stumpf (Studi Kasus: Perairan Tanjung Piayu Laut, Kota Batam)
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
5Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
Azizah, Nur
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Perairan Tanjung Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau merupakan wilayah
pesisir dengan aktivitas perairan yang cukup tinggi sehingga memerlukan informasi kedalaman yang akurat untuk
mendukung navigasi dan pengelolaan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan memetakan kedalaman perairan
menggunakan metode Satellite-Derived Bathymetry (SDB) dengan algoritma Van Hengel and Spitzer (VHS) dan
Stumpf berbasis citra Sentinel-2A. Data yang digunakan meliputi citra Sentinel-2A tanggal 3 Februari 2025, data
sounding hasil survei Single Beam Echosounder (SBES) tanggal 22 April 2025, data pasang surut periode 15–30 April
2025, serta data transfer elevasi. Estimasi kedalaman dilakukan melalui penerapan algoritma VHS dan Stumpf yang
kemudian dikalibrasi menggunakan data sounding untuk memperoleh kedalaman absolut. Evaluasi dilakukan
menggunakan koefisien determinasi (R²), Root Mean Square Error (RMSE), dan Analysis of Variance (ANOVA).
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat akurasi terbaik dicapai pada rentang kedalaman 3-15 meter. Algoritma
Stumpf menunjukkan hubungan yang lebih kuat terhadap data sounding dengan nilai R² sebesar 0,63, sedangkan
algoritma VHS menghasilkan nilai R² sebesar 0,43. Sementara itu, nilai RMSE yang diperoleh dari algoritma VHS
dan Stumpf masing-masing adalah 0,3 dan 0,04. Pengujian ANOVA menghasilkan nilai F hitung sebesar 0,39 yang
lebih rendah dibandingkan F tabel sebesar 3,03 pada tingkat signifikansi 5%, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak.
Hasil ini menunjukkan bahwa kedalaman yang diestimasi menggunakan algoritma VHS dan Stumpf tidak berbeda
secara signifikan dengan data sounding. Berdasarkan nilai R² yang diperoleh, algoritma Stumpf memiliki kemampuan
yang lebih baik dalam menggambarkan kondisi kedalaman perairan di wilayah Tanjung Piayu Laut.
Description
Citation
APA
