6Viewes
Identifikasi Urban Heat Island Berbasis Citra Landsat 9 Menggunakan Google Earth Engine di Pulau Batam
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
6Accessed per month
1Countries
Loading...
Date
Authors
Yudhita, Rofa
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Pertumbuhan penduduk dan kawasan terbangun di Pulau Batam mendorong alih fungsi lahan yang
memicu fenomena Pulau Panas Perkotaan (UHI), yaitu kondisi ketika suhu permukaan di area yang dibangun
lebih tinggi dibandingkan area yang ditumbuhi vegetasi. Penelitian ini mengidentifikasi sebaran Land Surface
Temperature (LST), mengklasifikasikan intensitas UHI, dan juga mengklasifikasikan kerapatan vegetasi
berdasarkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) menggunakan citra Landsat 9 OLI-2/TIRS-2
tahun 2026 yang diproses di platform Google Earth Engine (GEE). Klasifikasi LST dan UHI menggunakan
metode Standard Deviation Classification dan divalidasi menggunakan 39 titik ukur suhu lapangan. Hasil
menunjukkan LST berkisar 20,03–49,84°C dengan rata-rata 34,95°C dan standar deviasi 5,57°C, terbagi ke
dalam lima kelas suhu. Nilai NDVI berkisar antara -0,813 hingga 0,992, menunjukkan dominasi vegetasi rapat
di sebagian besar wilayah kajian. Nilai Intensitas UHI berada pada rentang -17,71°C sampai 12,10°C yang
disertai rata-rata -2,79°C, serta nilai ambang batas UHI sebesar 37,74°C. Validasi lapangan menunjukkan
sebagian besar titik ukur (61,5%) berada pada kelas suhu sedang, dengan satu titik mencapai kategori sangat
tinggi (48°C). Analisis spasial menunjukkan area dengan vegetasi memiliki suhu permukaan tanah (LST) dan
intensitas UHI yang lebih rendah dibandingkan area terbangun, maka tutupan vegetasi berperan dalam
mengendalikan suhu permukaan dan mengurangi intensitas UHI di Pulau Batam. Hal ini menjadi
pertimbangan dalam merencanakan ruang perkotaan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Description
Citation
APA
