0Viewes
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN LINGKUNGAN SOSIAL DIMODERASI TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS PADA PELAKU UMKM DI KOTA BATAM
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
0Accessed per month
0Countries
Statistic not available yet or restricted.
Loading...
Date
Authors
Purba, Ariel Nicholas
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Transformasi cepat pada lanskap pembayaran nontunai di Indonesia telah menuntut segmen pelaku Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah untuk mengikuti perkembangan teknologi, salah satunya melalui penerapan
Quick Response Code Indonesian Standard. Kajian ini disusun dengan maksud menelaah sejauh mana
tingkat literasi keuangan dan kondisi lingkungan sosial berkontribusi terhadap keputusan pemakaian QRIS
di kalangan pelaku UMKM yang secara administratif terdaftar pada Dinas Koperasi UMKM Kota Batam,
dengan secara simultan mengkaji apakah tingkat pendidikan mampu menjalankan fungsinya sebagai
variabel pemoderasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sumber data berupa
data primer, yang dikumpulkan lewat instrumen kuesioner yang dibagikan kepada responden yang
memenuhi kriteria, yaitu pengguna aktif QRIS di Kota Batam. Jumlah sampel yang berhasil dihimpun
sebanyak 314 orang, dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan
sebelumnya. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25, yang
mencakup serangkaian uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta
Moderated Regression Analysis berbasis variabel interaksi. Temuan utama kajian mengungkapkan bahwa
literasi keuangan dan lingkungan sosial sama-sama memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap
intensi penggunaan QRIS oleh pelaku UMKM di Kota Batam. Sebaliknya, tingkat pendidikan tidak
memperlihatkan pengaruh yang signifikan ketika diuji sebagai variabel pemoderasi, sehingga tidak dapat
berfungsi untuk memperkuat atau memperlemah keterkaitan antara literasi keuangan maupun lingkungan
sosial dengan penggunaan QRIS. Implikasi dari temuan ini mengisyaratkan bahwa penerimaan QRIS lebih
banyak digerakkan oleh kapasitas pelaku UMKM dalam menguasai konsep keuangan dan oleh sokongan
dari lingkungan sosial, bukan semata-mata oleh jenjang pendidikan formal. Diharapkan hasil penelitian ini
dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam merumuskan kebijakan strategis
untuk mengakselerasi digitalisasi pembayaran di sektor UMKM.
Description
Keywords
Citation
APA
