4Viewes
Analisis Penyebab Terjadinya Disbond pada Area Outboard Flap Boeing 737-900 Menggunakan Metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA)
Repository Analytics
Statistic Details
0Downloaded
4Accessed per month
2Countries
Loading...
Date
Authors
Saputra, Rifqi Dias
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Politeknik Negeri Batam
Abstract
Disbond merupakan salah satu jenis kerusakan pada struktur komposit yang ditandai dengan terlepasnya ikatan
antara facesheet dan honeycomb core. Kerusakan ini dapat menurunkan kekakuan lokal struktur serta
memengaruhi kinerja flap apabila tidak ditangani sesuai prosedur perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis penyebab terjadinya disbond pada Lower Skin Outboard Flap Boeing 737-900 menggunakan
metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Penelitian menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data hasil inspeksi, observasi lapangan, dokumentasi
kerusakan, serta studi literatur berdasarkan Boeing Structural Repair Manual (SRM) dan referensi ilmiah terkait
struktur komposit. Hasil inspeksi menunjukkan adanya kerusakan disbond pada Lower Skin Outboard Flap
dengan dimensi sekitar 510 mm × 310 mm, yang teridentifikasi menggunakan metode Tap Test dan Ultrasonic
Test (UT). Berdasarkan evaluasi terhadap SRM, kerusakan tersebut telah melebihi allowable limit sehingga
memerlukan tindakan repair. Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa engine vibration merupakan penyebab
dominan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 360. Selanjutnya, analisis FTA
mengidentifikasi engine vibration sebagai basic event utama yang memicu beban siklik pada struktur flap
sehingga mempercepat degradasi adhesive dan menyebabkan terjadinya disbond. Upaya perbaikan yang
direkomendasikan meliputi vibration monitoring, inspeksi Non-Destructive Testing (NDT) secara berkala,
pelaksanaan repair sesuai Boeing SRM, serta peningkatan kompetensi teknisi melalui pelatihan dan
pengawasan kualitas.
